Blog

Metode mengelola forum
22 Nov

Metode mengelola forum

Ketika Anda menjadi narasumber baik sebagai guru, dosen atau fasilitator pelatihan, salah satu masalah paling sulit adalah mengelola forum. Kegagalan mengelola forum, akibatnya misi pembelajaran tidak melalu proses optimal. Para peserta tidak mendapatkan konten bernilai konstruktif, dan narasumber mengalami kegetiran batin. Sobats, saya tuliskan metode mengelola forum berdasar ratusan kali memberi pelatihan dan kelas akademik.

Metode mengelola forum secara teoritik bersumber dari, paling tidak, dua tradisi berbeda yaitu positivisme dan konstruktivisme.

Tradisi positivisme bisa diruntut pada teori-teori behavioristik. Tradisi ini menggunakan metode ceramah satu arah. Peserta hanya merima, menghafal dan mengikuti segala petunjuk teknis narasumber. Proses belajar tidak memberi porsi besar pada hubungan timbal balik. Posisi narasumber sangat kuat, politis, dan determinatif (menentukan).

Metode mengelola forum dari tradisi positivisme mensyaratkan kedisiplinan tinggi yang mana peserta belajar harus taat, harus tunduk, dan harus mengiyakan materi narasumber sebagai kebenaran. Pendapat baru dari peserta belajar cenderung disalahkan jika tidak sesuai kandungan materi dari narasumber.

Penggunaan metode mengelola forum positivisme, dari berbagai pengalaman saya, menyebabkan peserta belajar bisa menjadi merasa takut, enggan, malu, dan bosan. Kondisi ekstrim dari metode ini bisa muncul dalam bentuk ruang kelas yang sangat sepi, tidak ada dinamika berarti bagi penemuan baru. Pada beberapa kasus, peserta belajar bisa saja ngobrol sendiri.

Pada metode postivisme dalam pengelolaan forum, peserta belajar cenderung menghafal semua materi. Tidak ada keberanian mencari materi-materi lain atau baru yang sangat kaya. Maka terciptalah pembelajar yang sopan, rapi, dan tidak kreatif. Namun pada konteks diskusi tertentu, kebosanan bisa menyebabkan perlawanan dalam bentuk ngobrol, keluar kelas, atau bermain gadget.

Kedua, adalah tradisi konstruktivisme. Pada metode ini, narasumber dan peserta belajar berada pada posisi yang setara. Narasumber berposisi sebagai fasilitator yang bertugas memediasi berbagai pengetahuan di dalam ruang diskusi. Siapapun yang ada di dalam ruang belajar atau diskusi, memiliki relasi yang setara.

Tugas utama narasumber dari metode konstruktivisme adalah mensyiarkan pengetahuan-pengetahuan yang tidak diklaim sebagai keberanan satu-satunya. Narasumber menempatkan dirinya juga sebagai pembelajar. Kedisiplinan dimakna sebagai ketertiban berpendapat, bukan kondisi ketakutan dan ketaatan semata.

Metode mengelola forum dalam tradisi konstrukvitisme cenderung lebih dinamis, dan kaya elaborasi. Penemuan-penemuan baru sangat mungkin terjadi pada metode ini. Situasi ramai bukan karena kebosanan, namun keberanian menyampaikan pendapat secara terbuka dan nyaman.

Nah sobats, artikel seri pertama metode mengelola forum ini semoga bermanfaat. Selanjutnya pada artikel kedua, akan saya paparkan tentang metode mengelola forum yang ekstrim sepi dan ekstrim ramai. ( Novri Susan)

Read 368 times
Login to post comments